Friday, February 21, 2014

Pagi Seindah Lestari


Aku temukan kau duduk dipinggiran pagi…menggeser malam dari singgasananya, ketika mentari jatuh dan memeluk sinarnya.
Aku mencoba menerka bahasa yang tak mampu kau ucapkan, setelah perjalanan mimpi yang luruh shubuh tadi…masih tampak jelas kusutnya malam membentang dahimu…

Perlahan kau berjalan menuruni celah-celah sinarnya…mencari-cari pendengaran yang terasa hilang pagi ini..
“Kenapa?”
Kau tak berhenti mencari
“heeey…”
Diam.
Setiap sudut ruang kau singgahi, sampai peluh keringat menyapamu, tak sedikitpun urat dahi meringankan pencarianmu, dan tak kau temui apa yang kau cari

Kau mencari jemariku yang tak menari dengan Mozart pagi ini…
Kau mencari keindahan yang mengalun membangunkan senyummu..

Kekasihku saat penamu tak mampu menulis bait syair untuk ku lagukan, aku terdiam dalam lestari pagi…merenungkan sajak para pujangga…sehingga tak pendar cerita-cerita dalam benakmu.

Pagi akan selalu seindah Lestari…saat jemari kita menari berbalas syair…

0 komentar:

Post a Comment