Sunday, February 16, 2014

Kiani #1 Kiani #2 Kiani #3 Kiani #4


Kiani #1

Aku harus memujimu Kiani
Kekayaan yang megah
Kemegahan sempurna

Cintaku lautan tak bertepi
Batin ini mengembara memburu wujudmu

Dengan anggun kau melenggang mengacaukan lembar-lembar imajinasi sepi…
Hatiku meradang…

Mereka yang gelisah dalam rahimku…menantimu…
Mereka dan mereka pun menantimu…

Tapi aku lebih…
Aku yang menyulam gaunmu.

---repost---


Kiani #2

Semburat senyumu seperti senja
Senja tempatku bercinta dengan-Nya

Ampuni aku Kiani
Ketika sangkaku berkata, seolah harap itu telah hilang
Namun kau tetap tersenyum
Tak sedikit pun pudar, cerah dimatamu
Meski hati ini basah oleh tangis…

“kemarin aku disentil senja, dia membuka lipatan wajahku yang lupa Tuhan

---repost---



Kiani #3

Seperti ketika aku sakit…
Tiba-tiba Tuhan datang membawa cinta yang aku pesan
yang tidak pernah aku duga sebelumnya
cinta itu dikemas dengan senyuman dan tawa manis kamu yang nakal…
seperti  itulah Tuhan memberikan jalan-Nya agar aku selalu merasa bahagia..

Dan hari ini pun aku sedang menunggu Tuhan membawa bingkisan yang aku pesan…
Aku akan mengejar-Nya---

Lihat aku Kiani
Agar bingkisan itu segera aku terima

 ---repost---


Kiani #4

Lama tak menyapamu
Aku rindu
Tadi pagi, aku mendengar alunan mozart menelusup
Aku tau itu kau. Anggun.
Aku baik saja dan tersenyum
Seperti katamu.

Sudah tak ada tangis, getir
Kabar gembira pun masih mistery, setidaknya hari ini
Teruslah menari Kiani
Kusambut hari yang tak letih

---kau diam namun begitu memanggil…



0 komentar:

Post a Comment